Ready!!! Perlengkapan dan Kebutuhan Kucing
✓ Diskon ✓ Gratis Ongkir ✓ Bisa COD Seluruh Indonesia


cart-outline Kunjungi Toko

Borobudur: Warisan Dunia dari Kerajaan Syailendra

Temukan informasi tentang Borobudur: Warisan Dunia dari Kerajaan Syailendra, hanya di blog Sejarah Kuno.

Borobudur Warisan Dunia dari Kerajaan Syailendra

Borobudur adalah salah satu keajaiban dunia yang menjadi kebanggaan Indonesia. Candi ini merupakan warisan dari Kerajaan Syailendra, sebuah kerajaan yang berjaya di Jawa Tengah pada abad ke-8 hingga ke-9. Sebagai salah satu situs arkeologi terbesar dan terpenting di dunia, Borobudur tidak hanya menjadi tujuan wisata tetapi juga simbol kebesaran budaya dan agama yang pernah ada di Nusantara. Artikel ini akan membahas sejarah, arsitektur, serta makna budaya dan religius dari Candi Borobudur.

Sejarah Borobudur

1. Pendirian oleh Dinasti Syailendra

Candi Borobudur dibangun oleh Dinasti Syailendra sekitar tahun 800 Masehi. Kerajaan Syailendra dikenal sebagai penganut agama Buddha Mahayana, dan Borobudur dibangun sebagai wihara atau tempat ibadah untuk para penganut agama Buddha. Proses pembangunan candi ini diperkirakan memakan waktu lebih dari 75 tahun.

2. Kemunduran dan Penemuan Kembali

Borobudur sempat ditinggalkan dan tertimbun abu vulkanik serta tertutup oleh vegetasi selama berabad-abad. Baru pada tahun 1814, candi ini ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles, gubernur jenderal Inggris di Jawa, yang memerintahkan penggalian dan pemugaran awal. Sejak saat itu, Borobudur telah mengalami beberapa tahap restorasi, yang paling signifikan dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan UNESCO pada tahun 1970-an hingga 1980-an.

Arsitektur dan Desain

1. Struktur dan Tata Letak

Borobudur memiliki bentuk punden berundak dengan sembilan tingkat: enam tingkat berbentuk bujur sangkar di bawah dan tiga tingkat berbentuk lingkaran di atasnya. Puncaknya adalah sebuah stupa besar yang dikelilingi oleh 72 stupa berisi arca Buddha. Struktur ini melambangkan perjalanan spiritual dari dunia fana menuju pencerahan.

2. Relief dan Patung

Candi ini dihiasi dengan lebih dari 2.600 panel relief yang menceritakan berbagai cerita, termasuk kehidupan Siddhartha Gautama, perjalanan Bodhisattva, serta hukum karma dan samsara. Relief-relief ini tidak hanya memiliki nilai artistik tinggi tetapi juga memberikan wawasan tentang kehidupan masyarakat Jawa kuno, budaya, dan ajaran Buddha pada masa itu.

Makna Religius dan Filosofis

1. Simbolisme Buddhis

Borobudur dirancang sebagai mandala, sebuah diagram kosmologi yang mewakili alam semesta dalam ajaran Buddha. Setiap tingkat candi melambangkan tahapan dalam perjalanan spiritual, dari Kamadhatu (alam keinginan), Rupadhatu (alam bentuk), hingga Arupadhatu (alam tanpa bentuk). Puncaknya, stupa utama, melambangkan pencapaian Nirvana.

2. Tempat Ziarah

Sebagai situs ziarah Buddhis, Borobudur menarik banyak peziarah dari seluruh dunia, terutama pada perayaan Waisak, hari kelahiran, pencerahan, dan kematian Siddhartha Gautama. Peziarah melakukan pradakshina, berjalan mengelilingi candi searah jarum jam, sambil merenungkan relief dan ajaran yang diwakilinya.

Warisan Budaya dan Pengakuan Dunia

1. Situs Warisan Dunia UNESCO

Pada tahun 1991, Borobudur diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini tidak hanya menegaskan pentingnya candi ini sebagai warisan budaya dan sejarah tetapi juga mendorong upaya pelestarian dan perlindungan candi ini dari kerusakan dan vandalisme.

2. Pengaruh dan Inspirasi

Borobudur telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang, baik dalam bidang arsitektur, seni, maupun spiritualitas. Candi ini juga menjadi simbol persatuan dan kebanggaan nasional bagi Indonesia, yang menunjukkan kebesaran dan keagungan peradaban masa lalu.

Kesimpulan

Borobudur adalah cermin kebesaran Kerajaan Syailendra dan warisan agung yang ditinggalkan untuk generasi mendatang. Sebagai salah satu monumen Buddhis terbesar dan paling kompleks di dunia, Borobudur tidak hanya mengajarkan tentang kebudayaan dan ajaran agama Buddha tetapi juga tentang keindahan dan keagungan peradaban manusia. Melalui Borobudur, kita dapat belajar menghargai warisan budaya kita dan menjaga keberlanjutannya untuk masa depan.

Borobudur bukan hanya sebuah candi, tetapi juga sebuah simbol kebesaran, keagungan, dan kebijaksanaan yang terus menginspirasi dan menyatukan manusia dari berbagai belahan dunia.

Link copied to clipboard.